Sahabatku, engkau juga sangat tahu jika ada seseorang yang datang padaku dengan membawa sejuta pesona cintanya yang dia bilang untukku. Yang dia bilang ingin membagi seperempat hatinya untukku saat itu, kau tahu kalo aku senang pada waktu itu tapi kau tak tahu betapa aku bimbang dengan semua itu. Jujur, dengan sangat terpaksa aku jalani semuanya, menyakiti hatinya untuk menutupi sesuatu. Sesuatu yang sangat busuk dalam hatiku, mungkin dengan ini aku bisa dekat dengan sahabatnya dan menutupi perasaanku tentang sahabatku yang telah memiliki kekasih. Dosa! Kejam! Dan lebih dari seorang yang jahanam!
Sahabatku, kini dia menjauh. Sangat jauh malah. Kadang aku merasa sangat kehilangan dia, merasa kesepian tanpanya, merasakan bahwa tiada yang seperti dia yang rela memberikan seperempat hatinya untukku dalam sebuah kemunafikan. Sakit dariku mungkin telah menghapus segala rasa dalam dirinya, membuatnya sangat kecewa padaku. Dan, membuatnya pergi jauh dari hidupku. Bukan salahku tapi juga bukan salahnya, bukan salah takdir pula! Entahlah, siapa yang jadi tersangka. Sifatnya yang “sok” baik-baik saja malah bikin aku kesel. Baik didepanku tapi entah dibelakangku.
Sahabatku, apa kau pernah berfikir negative terhadapku? Tentangku yang seperti wanita jalang ini? Yang pergi dengan setiap cowok padahal dengan siapa aku terikat saat itu, hingga kini! Mungkin banyak dari mereka yang menganggap aku seperti itu, menganggap aku cewek gag baik. Sudahlah, biarkan mereka berkata apa yang penting inilah aku apa adanya. Aku bukan tipe orang yang mudah mencintai, tapi jika aku sudah terlanjur cinta sulit bagiku untuk melupakannya. Tak mudah untuk menghapus rasa itu dengan mengganti dengan kehadiran orang lain.
Sahabatku, sampaikan salamku untuknya. Entah “nya” yang mana, jahanamnya aku hingga banyak “nya” disana. Sampaikan salamku untuk “nya” yang aku cinta dan “nya” yang mencintaiku. Sampaikan salamku untuknya jika aku telah mati, aku telah mati bersama rasa ini. Rasa cinta serta rasa berdosa. Sampaikan salamku untuknya jika aku bahagia telah mengenalnya, dekat dengannya. Sampaikan salamku untuknya bahwa aku senang dan bangga pernah mencintainya. Sampaikan salamku untuknya semoga dia bahagia bersama dia. Dan, disini aku turut bahagia melihat senyumnya meski bukan untukku.

No comments:
Post a Comment