Followers

Saturday, 24 December 2011

Ayahku, Ayah juara satu di dunia

            Ayah, sosok yang sering terabaikan. Ada hari Ibu, tapi kenapa gag ada hari Ayah? Banyak yang membicarakan tentang Ibu, tapi jarang ada yang membahas tentang Ayah. Ayah, seorang lelaki tangguh yang selalu bekerja keras membanting tulang siang malam. Seorang lelaki perkasa yang tak pernah kenal putus asa, yang selalu rela melindungi keluarganya. Ayah, memiliki peran penting tapi kadang terlalu kasat mata.
            Jika dibandingkan dengan Ibu, mungkin kita sebagai anak tak terlalu dekat dengannya, dia yang selalu sibuk bekerja. Berangkat kerja pagi-pagi buta saat kita masih terlelap dan pulang larut malam saat kita tak lagi terjaga. Cintanya yang terlalu dalam hingga membuat kita tak begitu mengenalnya.
            Bersyukur Ayah dan Ibu saya selalu berada di rumah, mereka selalu ada buat saya. Tapi kadang saya merasa iri jika ada teman saya yang bercerita tentang kedekatan mereka dengan Ayahnya, ayah mereka yang jauh dan sibuk bekerja diluar rumah tapi bisa sedekat itu. Sedangkan saya, Ayah saya selalu di rumah tapi kita tidak terlalu dekat. Minta duit buat balik ke Malang aja gag berani saya, selalu Ibu dan Ibu.
            Saya tahu kalo Ayah sangat sayang sama kita, tapi Ayah adalah sosok yang sangat pendiam. Dia punya cara yang berbeda untuk menunjukkan rasa sayangnya, entah itu apa. Perhatiannya, kasih sayangnya dan caranya melindungi selalu membuat saya merasa aman. Peran pentingnya tak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Ayahku, Ayah juara satu diseluruh dunia. Kutipan itu yang paling saya suka, kutipan yang sangat membanggakan sesosok Ayah yang telah berjuang dan bangga terhadap kita. Menggambarkan sosok yang tiada pernah lelah, tiada akan letih memeras keringat untuk keluarga kecilnya. Sosok yang selalu ingin membuat kita bahagia dan bangga.
            Ayahku, Ayah yang tiada duanya di dunia. Ayah yang selalu membuat saya kagum akan apa yang Ia lakukan. Tuhan, saya pernah meminta pada-Mu untuk mengirimkan seorang yang seperti dia. Yang akan mampu menjaga saya dan melindungi saya beserta keluarga kecil saya kelak, seorang yang tiada pernah lelah dalam hidupnya bersama saya. Dalam bagaimanapun kondisi saya saat itu, Amien!

            Jaga dan sayangi Ayah dan Ibu kalian selagi masih ada dan bisa, kalian akan menyesal jika mengabaikan mereka. Ingat jasa-jasanya, kasih sayangnya, perjuangannya, dan semua yang telah mereka berikan pada kalian. Semarah apapun mereka tapi kalian aka selalu ada dalam setiap bait do’anya, semua untuk kalian. Kebahagian kalian…!

No comments:

Post a Comment