Followers

Sunday, 15 July 2012

Kenapa akhirnya saya pilih YEPE?


Well, dari kecil saya sudah terlihat seperti ini. Maksudnya dibilang cewek nanggung tapi dibilang cowok casing cewek, sungguh membingungkan. Dari SD saya sudah suka sama kegiatan olah raga Sepak Takraw, tapi saya merasa kalau tidak ada chemistry antara saya dan Takraw hingga akhirnya Tuhan mempertemukan saya dengan Bola Basket pada saat saya kelas 4 SD dan mulai sejak itu saya sangat mencintai basket bahkan motto hidup saya “Basket is my life”. Sayangnya, seperti tidak ada jalan takdir untuk saya dan basket. Cita-cita saya waktu itu ingin menjadi pemain basket profesional tapi saya baru bisa mengikuti turnamen pada waktu kelas 2-3 SMA, dan itupun membuahkan hasil yang sangat mengecewakan. Tapi saya bermain bukan semata-mata untuk menang tapi sekedar untuk menyalurkan hobi, tapi alangkah membanggakannya jika pulang dengan membawa sebuah kemenangan?
Saat masuk perguruan tinggi semangat basket itu masih berkobar dengan niat untuk masuk UKM Olah Raga di kampus, tapi entah apa lagi yang terjadi dengan takdir saya ini. Jadwal diklat lapangan barengan dengan kegiatan asrama waktu itu, ancaman dari asrama adalah tidak dapat sertifikat kalau tidak ikut. Dan, sebagai mahasantri yang super patuh saya merelakan diklat itu berlalu begitu saja. Sedih, sumpah! Ternyata itu cuma modus ancaman saja, sial! Dan akhirnya saya memcoba daftar ditahun berikutnya tapi lagi-lagi sama, saya gugur saat hendak diklat lapangan. Saya males dengan system diklat seperti itu, penind`san terhadap junior yang sangat keterlaluan nyaris tidak berperikemanusiaan. Sayapun berfikir, “tak masalah tidak menjadi anggota UKM tersebut, toh saya sudah mampu berprestasi juga dalam olah raga itu. Juara 2 saat mewakili Ma’had, juara 1 saat menjadi wakil jurusan dan juara 1 saat mewakili fakultas. Mimpi yang terlalu lama untuk bisa terwujud, yang paling membahagiakan bola basket masih menjadi sahabat sejati saya sampai detik ini!” Tapi tidak menjadi anggota UKM menjadikan saya sangat terbatas dalam bertanding, saya hanya bisa bertanding dikawasan kampus saja. Hingga datanglah YEPE dengan sejuta pesonanya, mungkin terlalu sadis kalau saya bilang YEPE hanya sebagai pelampiasan. Kalaupun sebagai pelampiasan YEPE adalah pelampiasan yang terindah.
Mungkin itu secuil kisah saya dengan basket, mungkin kalian bertanya “Apa hubungannya dengan YEPE?”. Well, waktu itu tahun 2011 dan YEPE mengadakan briefing dikampus saya dan tepatnya berada difakultas saya. Tapi sayangnya waktu itu terjadi pada hari sabtu, dan semua juga tahu apa yang terjadi dengan hari sabtu, waktunya saya untuk pulang kerumah. Tidak ada yang bisa mengalangi kalau saya sudah mau pulang, bahkan dosen sekaligus. Akhirnya saya titipkan hasil briefing itu pada sahabat-sahabat saya. Dan itu tawaran yang sangat menggiurkan untuk bisa berada dipuncak-puncak tertinggi dunia, ditambah embel-embel UK. Yah, UK adalah cita-cita saya sejak SMP gara-gara kamus Oxford. Tapi saya cukup sadar diri untuk bisa kesana dengan “jalan pintas”. Bersaing dengan teman-teman yang jauh diatas saya adalah mimpi yang gak tau diri!
Sebelum mengenal basket saya lebih dulu mengenal gunung, tapi saya kurang bisa menerapkannya saja. Sampai saya ketemu dengan YEPE yang seolah seperti menggali potensi saya lagi, begitu masuk sekretariatannya seperti ada yang “mak ceesss” dihati saya. Tampang senior-seniornya juga gak terlalu sangar jika dibanding dengan PA pada umumnya yang dominan dengan muka rebel. Tampang mereka malah terkesan unyu-unyu, jauh dari tampang sangar dan galak. Awalnya maleeeess setiap kali materi kelas yang selalu bikin ngantuk, saya lebih suka diluar forum dari pada berada diforum yang membosankan. Tapi mencoba bertahan dengan itu, niat saya satu “INGIN BELAJAR!”
Dimulai dengan Barak BATRA XXV dengan 20 orang peserta dicangar dan lembah kembar selama 10 hari, pengalaman yang sangat menyenangkan dan tidak akan pernah terlupakan. Apalagi “sri” tukang kecap itu, hahahaha. Banyak cerita dalam Batra XXV waktu itu, tapi ada yang gak perlu di ingat-ingat. YEPE sudah seperti kampus kedua, kos kedua bahkan keluarga saya di Malang. Tempat saya berkumpul untuk belajar atau sekedar berbagi cerita dengan mereka, banyak hal yang saya dapat dari sana. Mulai pelajaran, pengalaman bahkan pacar.
Terimakasih tak terhingga untukmu YEPE, sejuta maaf karena tidak ada yang mampu saya beri untukmu selain loyalitas yang masih sangat terbatas. Keluarga dan kuliah membuatmu menjadi prioritas kedua, saya bangga bisa menjadi seorang YEPE dengan NRP 271 MA yang saya dapatkan diatas puncak Gunung Binaiya pada februari-maret 2012 lalu. Pengalaman yang sungguh luar biasa bisa berada ditanah Maluku nan jauh disana, dibelahan timur Indonesia. Padamu YEPE bagimu YEPE dan untukmu YEPE, puncak-puncak tertinggi selalu rindu hangat belaianmu. Kibarkan semangan juang tiada tara. Bisikkan perlahan “Hidup kami tidaklah sia-sia”.

Monday, 21 May 2012

Me and You

Without you everything is impossible, nonsense.
With you everything is under control, right.
Together with you everything is easy, wonderful.
But now you go, far away from me.
Like a lost my stick, confused.
That is wrong, I think.
I can stand on my feet, I can breath.
I can smile, I can laugh.
I can draw bowline in my face, of course.
I still live, even without you.

Wednesday, 16 May 2012

No guy, No cry!

“Life is an adventure” selalu tertanam dalam diri saya, meskipun kata galau seakan enggan pergi dari kehidupan saya tapi saya tetap menganggap hidup ini penuh petualangan yang sangat tidak mudah untuk ditaklukkan dan saya harus survive untuk itu. Tidak beda dengan nasib seorang pejuang cinta yang masih berkelana untuk mencari cinta sejatinya kemanapun Ia melangkahkan kakinya dan selama nafas masih berhembus dengan segar bagai udara pegunungan yang tiada pernah tercemar polusi pabrik-pabrik limbah di kota, mereka akan terus melangkah demi satu orang yang tepat. Meski harus bersujud tersungkur terbalik dalam dunia asmara yang ternyata tidak pernah seindah yang saya bayangkan saya tetap mampu berdiri tegar seperti saat ini, meski pada kenyataannya saya tidak pernah setegar kelihatannya. Saya berfikir kenapa saya harus mengenal yang namaya cinta, waktu masih menyandang status pelajar saya dilarang keras untuk pacaran dan setelah menjadi seorang mahasiswa saya baru berani pacaran dan mencoba memasuki dunia baru yang selalu di agung-agungkan oleh banyak orang. Dunia yang selalu dibilang indah dan mampu melayangkan imajinasi siapapun yang memasukinya. Ya, dunia asmara. Saya penasaran dengan apa yang orang bilang, saya mencoba melangkahkan kaki kecil saya untuk memasuki dunia tersebut dengan sedikit keragu-raguan . Jantung terasa terpacu begitu cepatnya saat itu, oxygen tidak mampu terkirim dengan baik dari jantung. Bodoh! Iya, saya menjadi bodoh seketika. Satu kata pertama untuk kesan pertama saya waktu itu, dunia ini membodohkan. Terhanyut dalam dunia baru yang mematikan otak ternyata cukup menyiksa saya, logika tidak mampu lagi bekerja. Sampai saat itu, tupai saja tidak akan terjerumus kedalam lobang yang sama 2X tapi saya malah terjerumus kedalam dunia ini 3X dan itu sama semua. Membodohkan! Benar-benar membodohkan! Pada hakikatnya ini lanjutan dari kisah saya ditahun kedua, ada harapan disini waktu itu, capek sobat saya ini rasanya. Saya berharap ini merupakan yang terakhir dalam perjalanan saya di dunia ini, dunia yang membodohkan ini. Semua terasa begitu indah, saya merasa he was so perfect for me. He knows me so wel- lah intinya. Dia tahu saya suka coklat dan dia tahu saya suka dengan apa yang cowok suka, saya berfikir dialah orang yang mampu menerima saya apa adanya dengan segala kebodohan serta kekonyolan saya ini. Tapi ternyata memang tidak semudah itu, saya masih terlalu labil dengan segala ego yang saya punya. Bulan pertama bejalan begitu lancar dan sangat sempurna, saya bahagia. Saya merasa berarti, merasa beruntung dan ternyata akhirnya sama-sama buntung! Masalah datang pada bulan kedua kita, cuek mulai saya rasakan dari dia dan tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa kabar dan saya paling tidak suka itu. Saya paling tidak suka dan tidak bisa jika merasa tidak dianggap seperti itu, bukan berarti saya selalu ingin dimengerti tapi saya mau dianggap sebagai seorang yang disebut “Pacar atau kekasih”. Tidak perlu selalu ada disetiap hari-hari saya dan tidak perlu untuk selalu ada didekat saya tapi paling tidak perhatikan saya dengan mengirim pesan singkat jika tidak ada waktu untuk ketemu atau hanya telepon, saya pasti mengerti kalo memang benar-benar sibuk tapi jangan anggurin saya. Hanya itu yang saya minta. Dan dia juga lama-lama menjengkelkan, entah memang sengaja atau tidak melakukan hal yang tidak saya suka didepan saya seolah tidak menghargai saya yang ada disitu. Geram, tapi saya sayang. Hal ini yang selalu saya bilang membodohkan, sampai saat ini masih tetap membodohkan. Kesalahan yang saya rasa sangat fatal dan tidak termaafkan waktu itu dan memaksa saya untuk kembali mengambil keputusan tanpa pikir panjang lagi, entah kenapa saya bisa benar-benar marah saat itu sampai saya gag mau liat dia lagi bahkan mendengar namanya saja saya emoh! Saya bukan pendendam tapi sekalinya sakit hati ya begini (sama aja bego’!) tapi saya mudah memaafkan kok, suer! Allah saja maha pemaaf masak saya yang cuma hamba-Nya gag mau memaafkan, uhuy! Tiga kali sudah saja gagal dengan cara yang sama dan dengan kisah yang sama pula, apa ini kutukan? Atau adzab? Entahlaaahh, only God knows! Tapi tenang kawan, perjuangan belum berakhir dan life must go on! Selama saya masih punya banyak sahabat saya masih bisa bernafas lega dan masih bisa tertawa lepas, huahahahaha… Luv iu, guys! Mungkin saya tahu hal yang membuat saya tidak pernah sukses dalam hal asmara seperti ini, mungkin sifat kekanak-kanakan saya dan sifat egois saya tapi kadang saya tidak sadar akan hal itu dan harusnya mereka mau menerima saya apa adanya kalo benar-benar sayang sama saya karena saya sayang mereka apa adanya kok, beneran deh. Tapi ya mungkin memang bukan jodoh saya saja jadi saya tidak mau memaksakan dari pada nanti jadinya ndak enak toh, yang saya tahu tulang rusuk gag akan pernah tertukar sama pemiliknya. Semua sudah diatur sama yang Kuasa sejak dahulu kala, jodoh kita sudah disiapkan dan sudah pasti ada. Cumaa, tinggal bagaimana nanti cara kita bertemu dengan dia di saat yang tepat dan diwaktu yang indah tentunya. Sudahlah, semua bakal indah pada waktunya nanti. Amiiieeenn, ya Rabb!!!

Thursday, 3 May 2012

Bulan Merah

Dibawah sinar hangat rembulan bertabur sejuta bintang...
Aku rebahkan raga tanpa balutan jiwa...
Seolah telah mati tanpa terpacu jantung lagi...
Seperti saat ada dirimu disisiku...
Seperti saat tanpamu disisiku...
Aku mati!
Tanpa nafasmu, tanpa hangat dekap tubuhmu...
Aku rapuh tanpamu!
Dibawah langit yang kiat menghitam...
Aku masih disini menunggu bulan merah itu...
Menunggu saat kau genggam jemariku...
Masih tetap menunggu saat kau kecup hangat keningku...
Dan akan masih tetap menunggu hingga kau serukan Lafadz suci itu...
Didepan sejuta umat dengan bangga kau kabarkan bahwa aku milikmu, hanya untukmu!
Dengan kalimat suci yang akan selalu aku tunggu...
Bahkan hingga lelah raga dan jenuh jiwa menunggu...

Sunday, 8 April 2012

Tiada makna, hanya sebuah kata!

Saat hati telah buta oleh cinta...
Setan yang mampu berkuasa...
Membius raga dalam jiwa...
Menuntut nafsu dalam angkara murka...
Ah, bodoh!
Dimana Tuhanmu saat itu?
Bukankah selalu ada dihatimu?
Atau hanya tinggal dibibirmu?
Semua sirna, terkubur jadi satu dengan nafsu...
Walaa Taqrobuzzina!
Seolah hanya sebuah kata tanpa makna...
Bukankah telah terpatri dalam diri?
Bahkan telah merasuk dalam hati...
Bagai karang yang terhempas ombak...
Sirna!
Telah sirna begitu cepat dalam sekejap mata...
Tangan dewa meninggalkan rasa perih dalam dada...
Membasuh hati yang telah buta...
Kini telah mampu lagi meneteskan air mata...
Ketika hati tergetar saat berucap...
Astaqhfirullah hal'adziim...
Aku benar mencintainya...

Wednesday, 18 January 2012

Hanya sebuah bisikan do'a


Bagai malam dan siang, silih berganti memutar waktu…
Pasang surut ombak lautan mengikis karang…
Mati serta lahirnya umat manusia…
                Yah, seperti itulah rasaku padamu…
                Seolah kau selalu hadir dan pergi begitu saja…
                Datang membawa harapan dan pergi meninggalkan luka yang mendalam…
Menikam batin ini dalam pesona indahnya cinta…
Membelenggu raga ini dalam penjara asmara…
Mengikis iman ini dalam dasyatnya rindu…
                Tuhanku, jagalah aku beserta iman taqwaku…
                Tujukan semuanya hanya pada-Mu…
                Rindukan aku hanya pada yang rindu cinta kasih-Mu…

Bait rindu sahabatku


Ku tapaki jalan berbatu penuh liku…
Seolah tiada daya lagi untukku melaju…
Terperosok!
Tergelincir hingga lenyap tenaga dari raga…
Jabat tanganmu yang mampu kuatkan aku…
Membuatku tetap tegar berdiri hingga saat ini…
Membuatku merasa berarti berada di dunia ini…
Kau semangat kala aku merasa give up…
Kau genggam tanganku kuat-kuat…
Menuntunku hingga aku mampu berdiri kembali…
Menjagaku dalam pelukmu…
Tiada yang mampu aku katakan, sahabatku…
Tiada yang mampu untuk aku ungkapkan…
Tiada yang mampu aku berikan kepadamu…
Hanya ini, kesetiaan ini yang aku punya…
Tak berharap kau dapat membacanya…
Tak berharap kau mau membalasnya…
Tak berharap kau sudi merasakannya…
Hanya ingin kau tahu jika aku mencintaimu…
Hanya ingin kau tahu jika aku akan menjagamu semampuku…
Hanya ingin kau tahu jika kaulah sahabatku meski dalam diam batinku…
Dalam tenang jiwaku bersamamu…
Dalam gemerlap dunia yang menyilaukanmu…
Yang membuatku tak mengenalmu…
Yang membuatmu mengacuhkanku…