Yien'faqoth GoBlog
Just for Galau people (tempatnya ngumpul para manusia-manusia galau dimuka bumi ini, Let's join!)
Followers
Sunday, 15 July 2012
Kenapa akhirnya saya pilih YEPE?
Well, dari kecil saya sudah terlihat seperti ini. Maksudnya dibilang cewek nanggung tapi dibilang cowok casing cewek, sungguh membingungkan. Dari SD saya sudah suka sama kegiatan olah raga Sepak Takraw, tapi saya merasa kalau tidak ada chemistry antara saya dan Takraw hingga akhirnya Tuhan mempertemukan saya dengan Bola Basket pada saat saya kelas 4 SD dan mulai sejak itu saya sangat mencintai basket bahkan motto hidup saya “Basket is my life”. Sayangnya, seperti tidak ada jalan takdir untuk saya dan basket. Cita-cita saya waktu itu ingin menjadi pemain basket profesional tapi saya baru bisa mengikuti turnamen pada waktu kelas 2-3 SMA, dan itupun membuahkan hasil yang sangat mengecewakan. Tapi saya bermain bukan semata-mata untuk menang tapi sekedar untuk menyalurkan hobi, tapi alangkah membanggakannya jika pulang dengan membawa sebuah kemenangan?
Saat masuk perguruan tinggi semangat basket itu masih berkobar dengan niat untuk masuk UKM Olah Raga di kampus, tapi entah apa lagi yang terjadi dengan takdir saya ini. Jadwal diklat lapangan barengan dengan kegiatan asrama waktu itu, ancaman dari asrama adalah tidak dapat sertifikat kalau tidak ikut. Dan, sebagai mahasantri yang super patuh saya merelakan diklat itu berlalu begitu saja. Sedih, sumpah! Ternyata itu cuma modus ancaman saja, sial! Dan akhirnya saya memcoba daftar ditahun berikutnya tapi lagi-lagi sama, saya gugur saat hendak diklat lapangan. Saya males dengan system diklat seperti itu, penind`san terhadap junior yang sangat keterlaluan nyaris tidak berperikemanusiaan. Sayapun berfikir, “tak masalah tidak menjadi anggota UKM tersebut, toh saya sudah mampu berprestasi juga dalam olah raga itu. Juara 2 saat mewakili Ma’had, juara 1 saat menjadi wakil jurusan dan juara 1 saat mewakili fakultas. Mimpi yang terlalu lama untuk bisa terwujud, yang paling membahagiakan bola basket masih menjadi sahabat sejati saya sampai detik ini!” Tapi tidak menjadi anggota UKM menjadikan saya sangat terbatas dalam bertanding, saya hanya bisa bertanding dikawasan kampus saja. Hingga datanglah YEPE dengan sejuta pesonanya, mungkin terlalu sadis kalau saya bilang YEPE hanya sebagai pelampiasan. Kalaupun sebagai pelampiasan YEPE adalah pelampiasan yang terindah.
Mungkin itu secuil kisah saya dengan basket, mungkin kalian bertanya “Apa hubungannya dengan YEPE?”. Well, waktu itu tahun 2011 dan YEPE mengadakan briefing dikampus saya dan tepatnya berada difakultas saya. Tapi sayangnya waktu itu terjadi pada hari sabtu, dan semua juga tahu apa yang terjadi dengan hari sabtu, waktunya saya untuk pulang kerumah. Tidak ada yang bisa mengalangi kalau saya sudah mau pulang, bahkan dosen sekaligus. Akhirnya saya titipkan hasil briefing itu pada sahabat-sahabat saya. Dan itu tawaran yang sangat menggiurkan untuk bisa berada dipuncak-puncak tertinggi dunia, ditambah embel-embel UK. Yah, UK adalah cita-cita saya sejak SMP gara-gara kamus Oxford. Tapi saya cukup sadar diri untuk bisa kesana dengan “jalan pintas”. Bersaing dengan teman-teman yang jauh diatas saya adalah mimpi yang gak tau diri!
Sebelum mengenal basket saya lebih dulu mengenal gunung, tapi saya kurang bisa menerapkannya saja. Sampai saya ketemu dengan YEPE yang seolah seperti menggali potensi saya lagi, begitu masuk sekretariatannya seperti ada yang “mak ceesss” dihati saya. Tampang senior-seniornya juga gak terlalu sangar jika dibanding dengan PA pada umumnya yang dominan dengan muka rebel. Tampang mereka malah terkesan unyu-unyu, jauh dari tampang sangar dan galak. Awalnya maleeeess setiap kali materi kelas yang selalu bikin ngantuk, saya lebih suka diluar forum dari pada berada diforum yang membosankan. Tapi mencoba bertahan dengan itu, niat saya satu “INGIN BELAJAR!”
Dimulai dengan Barak BATRA XXV dengan 20 orang peserta dicangar dan lembah kembar selama 10 hari, pengalaman yang sangat menyenangkan dan tidak akan pernah terlupakan. Apalagi “sri” tukang kecap itu, hahahaha. Banyak cerita dalam Batra XXV waktu itu, tapi ada yang gak perlu di ingat-ingat. YEPE sudah seperti kampus kedua, kos kedua bahkan keluarga saya di Malang. Tempat saya berkumpul untuk belajar atau sekedar berbagi cerita dengan mereka, banyak hal yang saya dapat dari sana. Mulai pelajaran, pengalaman bahkan pacar.
Terimakasih tak terhingga untukmu YEPE, sejuta maaf karena tidak ada yang mampu saya beri untukmu selain loyalitas yang masih sangat terbatas. Keluarga dan kuliah membuatmu menjadi prioritas kedua, saya bangga bisa menjadi seorang YEPE dengan NRP 271 MA yang saya dapatkan diatas puncak Gunung Binaiya pada februari-maret 2012 lalu. Pengalaman yang sungguh luar biasa bisa berada ditanah Maluku nan jauh disana, dibelahan timur Indonesia. Padamu YEPE bagimu YEPE dan untukmu YEPE, puncak-puncak tertinggi selalu rindu hangat belaianmu. Kibarkan semangan juang tiada tara. Bisikkan perlahan “Hidup kami tidaklah sia-sia”.
Monday, 21 May 2012
Me and You
Without you everything is impossible, nonsense.
With you everything is under control, right.
Together with you everything is easy, wonderful.
But now you go, far away from me.
Like a lost my stick, confused.
That is wrong, I think.
I can stand on my feet, I can breath.
I can smile, I can laugh.
I can draw bowline in my face, of course.
I still live, even without you.
With you everything is under control, right.
Together with you everything is easy, wonderful.
But now you go, far away from me.
Like a lost my stick, confused.
That is wrong, I think.
I can stand on my feet, I can breath.
I can smile, I can laugh.
I can draw bowline in my face, of course.
I still live, even without you.
Wednesday, 16 May 2012
No guy, No cry!
“Life is an adventure” selalu tertanam dalam diri saya, meskipun kata galau seakan enggan pergi dari kehidupan saya tapi saya tetap menganggap hidup ini penuh petualangan yang sangat tidak mudah untuk ditaklukkan dan saya harus survive untuk itu. Tidak beda dengan nasib seorang pejuang cinta yang masih berkelana untuk mencari cinta sejatinya kemanapun Ia melangkahkan kakinya dan selama nafas masih berhembus dengan segar bagai udara pegunungan yang tiada pernah tercemar polusi pabrik-pabrik limbah di kota, mereka akan terus melangkah demi satu orang yang tepat. Meski harus bersujud tersungkur terbalik dalam dunia asmara yang ternyata tidak pernah seindah yang saya bayangkan saya tetap mampu berdiri tegar seperti saat ini, meski pada kenyataannya saya tidak pernah setegar kelihatannya.
Saya berfikir kenapa saya harus mengenal yang namaya cinta, waktu masih menyandang status pelajar saya dilarang keras untuk pacaran dan setelah menjadi seorang mahasiswa saya baru berani pacaran dan mencoba memasuki dunia baru yang selalu di agung-agungkan oleh banyak orang. Dunia yang selalu dibilang indah dan mampu melayangkan imajinasi siapapun yang memasukinya. Ya, dunia asmara. Saya penasaran dengan apa yang orang bilang, saya mencoba melangkahkan kaki kecil saya untuk memasuki dunia tersebut dengan sedikit keragu-raguan . Jantung terasa terpacu begitu cepatnya saat itu, oxygen tidak mampu terkirim dengan baik dari jantung. Bodoh! Iya, saya menjadi bodoh seketika. Satu kata pertama untuk kesan pertama saya waktu itu, dunia ini membodohkan.
Terhanyut dalam dunia baru yang mematikan otak ternyata cukup menyiksa saya, logika tidak mampu lagi bekerja. Sampai saat itu, tupai saja tidak akan terjerumus kedalam lobang yang sama 2X tapi saya malah terjerumus kedalam dunia ini 3X dan itu sama semua. Membodohkan! Benar-benar membodohkan! Pada hakikatnya ini lanjutan dari kisah saya ditahun kedua, ada harapan disini waktu itu, capek sobat saya ini rasanya. Saya berharap ini merupakan yang terakhir dalam perjalanan saya di dunia ini, dunia yang membodohkan ini. Semua terasa begitu indah, saya merasa he was so perfect for me. He knows me so wel- lah intinya. Dia tahu saya suka coklat dan dia tahu saya suka dengan apa yang cowok suka, saya berfikir dialah orang yang mampu menerima saya apa adanya dengan segala kebodohan serta kekonyolan saya ini. Tapi ternyata memang tidak semudah itu, saya masih terlalu labil dengan segala ego yang saya punya.
Bulan pertama bejalan begitu lancar dan sangat sempurna, saya bahagia. Saya merasa berarti, merasa beruntung dan ternyata akhirnya sama-sama buntung! Masalah datang pada bulan kedua kita, cuek mulai saya rasakan dari dia dan tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa kabar dan saya paling tidak suka itu. Saya paling tidak suka dan tidak bisa jika merasa tidak dianggap seperti itu, bukan berarti saya selalu ingin dimengerti tapi saya mau dianggap sebagai seorang yang disebut “Pacar atau kekasih”. Tidak perlu selalu ada disetiap hari-hari saya dan tidak perlu untuk selalu ada didekat saya tapi paling tidak perhatikan saya dengan mengirim pesan singkat jika tidak ada waktu untuk ketemu atau hanya telepon, saya pasti mengerti kalo memang benar-benar sibuk tapi jangan anggurin saya. Hanya itu yang saya minta. Dan dia juga lama-lama menjengkelkan, entah memang sengaja atau tidak melakukan hal yang tidak saya suka didepan saya seolah tidak menghargai saya yang ada disitu. Geram, tapi saya sayang. Hal ini yang selalu saya bilang membodohkan, sampai saat ini masih tetap membodohkan.
Kesalahan yang saya rasa sangat fatal dan tidak termaafkan waktu itu dan memaksa saya untuk kembali mengambil keputusan tanpa pikir panjang lagi, entah kenapa saya bisa benar-benar marah saat itu sampai saya gag mau liat dia lagi bahkan mendengar namanya saja saya emoh! Saya bukan pendendam tapi sekalinya sakit hati ya begini (sama aja bego’!) tapi saya mudah memaafkan kok, suer! Allah saja maha pemaaf masak saya yang cuma hamba-Nya gag mau memaafkan, uhuy!
Tiga kali sudah saja gagal dengan cara yang sama dan dengan kisah yang sama pula, apa ini kutukan? Atau adzab? Entahlaaahh, only God knows! Tapi tenang kawan, perjuangan belum berakhir dan life must go on! Selama saya masih punya banyak sahabat saya masih bisa bernafas lega dan masih bisa tertawa lepas, huahahahaha… Luv iu, guys!
Mungkin saya tahu hal yang membuat saya tidak pernah sukses dalam hal asmara seperti ini, mungkin sifat kekanak-kanakan saya dan sifat egois saya tapi kadang saya tidak sadar akan hal itu dan harusnya mereka mau menerima saya apa adanya kalo benar-benar sayang sama saya karena saya sayang mereka apa adanya kok, beneran deh. Tapi ya mungkin memang bukan jodoh saya saja jadi saya tidak mau memaksakan dari pada nanti jadinya ndak enak toh, yang saya tahu tulang rusuk gag akan pernah tertukar sama pemiliknya. Semua sudah diatur sama yang Kuasa sejak dahulu kala, jodoh kita sudah disiapkan dan sudah pasti ada. Cumaa, tinggal bagaimana nanti cara kita bertemu dengan dia di saat yang tepat dan diwaktu yang indah tentunya. Sudahlah, semua bakal indah pada waktunya nanti. Amiiieeenn, ya Rabb!!!
Thursday, 3 May 2012
Bulan Merah
Dibawah sinar hangat rembulan bertabur sejuta bintang...
Aku rebahkan raga tanpa balutan jiwa...
Seolah telah mati tanpa terpacu jantung lagi...
Seperti saat ada dirimu disisiku...
Seperti saat tanpamu disisiku...
Aku mati!
Tanpa nafasmu, tanpa hangat dekap tubuhmu...
Aku rapuh tanpamu!
Dibawah langit yang kiat menghitam...
Aku masih disini menunggu bulan merah itu...
Menunggu saat kau genggam jemariku...
Masih tetap menunggu saat kau kecup hangat keningku...
Dan akan masih tetap menunggu hingga kau serukan Lafadz suci itu...
Didepan sejuta umat dengan bangga kau kabarkan bahwa aku milikmu, hanya untukmu!
Dengan kalimat suci yang akan selalu aku tunggu...
Bahkan hingga lelah raga dan jenuh jiwa menunggu...
Aku rebahkan raga tanpa balutan jiwa...
Seolah telah mati tanpa terpacu jantung lagi...
Seperti saat ada dirimu disisiku...
Seperti saat tanpamu disisiku...
Aku mati!
Tanpa nafasmu, tanpa hangat dekap tubuhmu...
Aku rapuh tanpamu!
Dibawah langit yang kiat menghitam...
Aku masih disini menunggu bulan merah itu...
Menunggu saat kau genggam jemariku...
Masih tetap menunggu saat kau kecup hangat keningku...
Dan akan masih tetap menunggu hingga kau serukan Lafadz suci itu...
Didepan sejuta umat dengan bangga kau kabarkan bahwa aku milikmu, hanya untukmu!
Dengan kalimat suci yang akan selalu aku tunggu...
Bahkan hingga lelah raga dan jenuh jiwa menunggu...
Sunday, 8 April 2012
Tiada makna, hanya sebuah kata!
Saat hati telah buta oleh cinta...
Setan yang mampu berkuasa...
Membius raga dalam jiwa...
Menuntut nafsu dalam angkara murka...
Ah, bodoh!
Dimana Tuhanmu saat itu?
Bukankah selalu ada dihatimu?
Atau hanya tinggal dibibirmu?
Semua sirna, terkubur jadi satu dengan nafsu...
Walaa Taqrobuzzina!
Seolah hanya sebuah kata tanpa makna...
Bukankah telah terpatri dalam diri?
Bahkan telah merasuk dalam hati...
Bagai karang yang terhempas ombak...
Sirna!
Telah sirna begitu cepat dalam sekejap mata...
Tangan dewa meninggalkan rasa perih dalam dada...
Membasuh hati yang telah buta...
Kini telah mampu lagi meneteskan air mata...
Ketika hati tergetar saat berucap...
Astaqhfirullah hal'adziim...
Aku benar mencintainya...
Setan yang mampu berkuasa...
Membius raga dalam jiwa...
Menuntut nafsu dalam angkara murka...
Ah, bodoh!
Dimana Tuhanmu saat itu?
Bukankah selalu ada dihatimu?
Atau hanya tinggal dibibirmu?
Semua sirna, terkubur jadi satu dengan nafsu...
Walaa Taqrobuzzina!
Seolah hanya sebuah kata tanpa makna...
Bukankah telah terpatri dalam diri?
Bahkan telah merasuk dalam hati...
Bagai karang yang terhempas ombak...
Sirna!
Telah sirna begitu cepat dalam sekejap mata...
Tangan dewa meninggalkan rasa perih dalam dada...
Membasuh hati yang telah buta...
Kini telah mampu lagi meneteskan air mata...
Ketika hati tergetar saat berucap...
Astaqhfirullah hal'adziim...
Aku benar mencintainya...
Wednesday, 18 January 2012
Hanya sebuah bisikan do'a
Bagai malam dan siang, silih berganti memutar waktu…
Pasang surut ombak lautan mengikis karang…
Mati serta lahirnya umat manusia…
Yah, seperti itulah rasaku padamu…
Seolah kau selalu hadir dan pergi begitu saja…
Datang membawa harapan dan pergi meninggalkan luka yang mendalam…
Menikam batin ini dalam pesona indahnya cinta…
Membelenggu raga ini dalam penjara asmara…
Mengikis iman ini dalam dasyatnya rindu…
Tuhanku, jagalah aku beserta iman taqwaku…
Tujukan semuanya hanya pada-Mu…
Rindukan aku hanya pada yang rindu cinta kasih-Mu…
Bait rindu sahabatku
Ku tapaki jalan berbatu penuh liku…
Seolah tiada daya lagi untukku melaju…
Terperosok!
Tergelincir hingga lenyap tenaga dari raga…
Jabat tanganmu yang mampu kuatkan aku…
Membuatku tetap tegar berdiri hingga saat ini…
Membuatku merasa berarti berada di dunia ini…
Kau semangat kala aku merasa give up…
Kau genggam tanganku kuat-kuat…
Menuntunku hingga aku mampu berdiri kembali…
Menjagaku dalam pelukmu…
Tiada yang mampu aku katakan, sahabatku…
Tiada yang mampu untuk aku ungkapkan…
Tiada yang mampu aku berikan kepadamu…
Hanya ini, kesetiaan ini yang aku punya…
Tak berharap kau dapat membacanya…
Tak berharap kau mau membalasnya…
Tak berharap kau sudi merasakannya…
Hanya ingin kau tahu jika aku mencintaimu…
Hanya ingin kau tahu jika aku akan menjagamu semampuku…
Hanya ingin kau tahu jika kaulah sahabatku meski dalam diam batinku…
Dalam tenang jiwaku bersamamu…
Dalam gemerlap dunia yang menyilaukanmu…
Yang membuatku tak mengenalmu…
Yang membuatmu mengacuhkanku…
Saturday, 24 December 2011
Ayahku, Ayah juara satu di dunia
Ayah, sosok yang sering terabaikan. Ada hari Ibu, tapi kenapa gag ada hari Ayah? Banyak yang membicarakan tentang Ibu, tapi jarang ada yang membahas tentang Ayah. Ayah, seorang lelaki tangguh yang selalu bekerja keras membanting tulang siang malam. Seorang lelaki perkasa yang tak pernah kenal putus asa, yang selalu rela melindungi keluarganya. Ayah, memiliki peran penting tapi kadang terlalu kasat mata. Jika dibandingkan dengan Ibu, mungkin kita sebagai anak tak terlalu dekat dengannya, dia yang selalu sibuk bekerja. Berangkat kerja pagi-pagi buta saat kita masih terlelap dan pulang larut malam saat kita tak lagi terjaga. Cintanya yang terlalu dalam hingga membuat kita tak begitu mengenalnya.
Bersyukur Ayah dan Ibu saya selalu berada di rumah, mereka selalu ada buat saya. Tapi kadang saya merasa iri jika ada teman saya yang bercerita tentang kedekatan mereka dengan Ayahnya, ayah mereka yang jauh dan sibuk bekerja diluar rumah tapi bisa sedekat itu. Sedangkan saya, Ayah saya selalu di rumah tapi kita tidak terlalu dekat. Minta duit buat balik ke Malang aja gag berani saya, selalu Ibu dan Ibu.
Saya tahu kalo Ayah sangat sayang sama kita, tapi Ayah adalah sosok yang sangat pendiam. Dia punya cara yang berbeda untuk menunjukkan rasa sayangnya, entah itu apa. Perhatiannya, kasih sayangnya dan caranya melindungi selalu membuat saya merasa aman. Peran pentingnya tak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Ayahku, Ayah juara satu diseluruh dunia. Kutipan itu yang paling saya suka, kutipan yang sangat membanggakan sesosok Ayah yang telah berjuang dan bangga terhadap kita. Menggambarkan sosok yang tiada pernah lelah, tiada akan letih memeras keringat untuk keluarga kecilnya. Sosok yang selalu ingin membuat kita bahagia dan bangga. Ayahku, Ayah yang tiada duanya di dunia. Ayah yang selalu membuat saya kagum akan apa yang Ia lakukan. Tuhan, saya pernah meminta pada-Mu untuk mengirimkan seorang yang seperti dia. Yang akan mampu menjaga saya dan melindungi saya beserta keluarga kecil saya kelak, seorang yang tiada pernah lelah dalam hidupnya bersama saya. Dalam bagaimanapun kondisi saya saat itu, Amien!
Jaga dan sayangi Ayah dan Ibu kalian selagi masih ada dan bisa, kalian akan menyesal jika mengabaikan mereka. Ingat jasa-jasanya, kasih sayangnya, perjuangannya, dan semua yang telah mereka berikan pada kalian. Semarah apapun mereka tapi kalian aka selalu ada dalam setiap bait do’anya, semua untuk kalian. Kebahagian kalian…!
Monday, 19 December 2011
Me VS Feminine
![]() |
| Be my self |
Saya? Siapa saya? Semua mengenal saya sebagai cewek tomboy yang gag suka dandan dan fashion, saya yang sangat cuek kalo masalah penampilan. Dandan selalu acak-acakan dan malah kadang terkesan kaya’ gembel, lebih baik begitu daripada saya susah payah dandan tapi malah kelihatan maksa dan bukan saya banget. Saya seperti itu bukan tanpa alasan.
Pertama, dari kecil saya selalu diperlakukan tidak sepenuhnya sebagai seorang anak perempuan. Tapi itu menurut saya, haha saya lebih menganggap saya sebagai cowok. Haha pernah cerita tentang jamannya masih mengandung saya dulu, katanya antara haha dan ayah saya saling debat tentang jenis kelamin anak mereka nanti. Haha saya ngotot kalo anak pertama harus cowok biar kelak bisa jagain adek-adeknya, tapi ayah saya maunya anak pertamanya cewek dengan tanpa alasan. Dan alhasil keluarlah seorang anak yang gag jelas jenis kelaminnya seperti saya ini, begitulah haha saya waktu cerita sama saya. -_-“ (sial banget nasib gue, sampek nyokap sendiri bilang kalo gue gag jelas gitu…!). Dan juga masalah pakaian yang gag pernah kenal sama yang namanya pakaian cewek, celana kaos celana kaos dari dulu, ck ck ck. Dan jadilah saya yang sangat tidak memperhatikan masalah pakaian, selama ada jins sama kaos tenanglah hidup saya. Apalagi jaket, puh mantap!
Kedua, selain dianggap saya juga diperlakukan seperti cowok. Contoh: Jika haha mau menyuruh saya untuk melakukan sesuatu yang sekiranya itu pekerjaan cowok pasti beliau bilang seperti ini, “ayo, katanya cowok. Masak gag bisa?” Dan jadilah saya yang selalu merasa kaya’ cowok seperti ini, gag pernah mau ngalah sama cowok. Mentang-mentang gue cewek terus gue gag bisa nglakuin apa yang dilakuin cowok? No way! Sekarang bukan jamannya wanita dijajah pria, tapi sekarang jamannya suami-suami takut istri. Kita sebagai seorang wanita sudah seharusnya berterima kasih sama Ibu Kita Kartini yang sudah berjuang untuk bisa menyetarakan derajat kaum wanita dengan kaum pria yang jaman dulu suka bertindak seenak udelnya sendiri. Sekarang kita bisa sekolah, coba kalo gag ada Ibu Kita Kartini masih aja kita bermesra-mesraan dengan tungku dapur setiap hari. Dan itu yang gag pernah saya lakukan selama ini, parah banget ini mah!
Ketiga, saya gag suka dianggap lemah. Sebagai seorang cewek tangguh saya gag suka kalo diremehin terus apalagi sama cowok, I can do what can you do! Saya gag suka kalo liat cewek yang dengan lemah bin pasrah disakiti sama cowok, secara lahir ataupun bathin. Gemes gue liat tu cewek, pengen gue samperin terus gue teriakin. Bego’ lo! Itu cowok bajingan, kenapa lo mau sama dia? Saya gag suka jadi feminine, cantik ataupun sexy. Bagi saya itu akan membuat kita terlihat lemah, make up itu bikin kita kelihatan gag berdaya. Kalian tahu banci kan? Mereka itu cowok, bahkan badan mereka keker. Tapi apa, mereka lemah gara-gara make up. Ada Satpol PP aja mereka pada lari kocar-kacir, mangkanya saya gag pernah suka pake’ make up. Kecuali kalo haha saya sudah bersabda, maka saya gag bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan muka saya ditambal sampai tebel kaya’ aspal. Saya baru mau pake’ bedak itu waktu semester 2, selama sekolah dulu saya gag pernah mau pake’ gitu-gituan. Gag mau pokoknya!
Selama ini yang ada dipikiran saya adalah bagaimana membuat saya terlihat keren, bukan cantik. Saya gag pernah peduli orang mau bilang saya canti apa jelek, yang penting orang berfikir kalo saya keren. Kata temen saya dulu, macho!. Gila ya saya? Memang, saya memang gila jadi gag usah heran. Saat melihat saya pasti orang ngira saya itu galak, jutek, judes, sangar dan sebutan-sebutan gag enak lainnya poko’e. Tapi coba kalian tanya teman-teman saya, mereka pasti bilang kalo saya itu konyol, gila, malah ada yang bilang kalo saya itu bertampang preman tapi hati Evi Tamala. Kalo yang ini gag usah didengarkan, itu sahabat saya sedang mabok waktu bilang gitu. Saya itu baik dah (glodak!).
| It is my style |
Dari lahir berlanjut ke masa balita, anak-anak, remaja, sampai gag dewasa-dewasa kayak gini saya gag punya pacar. Kalo dipikir-pikir siapa yang mau pacaran sama saya? who am I? Saya gag mau merubah tampilan saya dengan dandan jika hanya ingin mencari pacar, saya ingin seseorang yang mau menerima saya apa adanya bukan ada apanya. Karena wajah tidak akan bertahan lama, suatu saat kita akan jadi tua dan make up merk apapun gag akan bisa mengembalikan kecantikan kita seperti saat masih muda. Jiah, omongan saya udah kaya’ orang mabok gini. Meskipun haha selalu ngomel-ngomel buat nyuruh saya dandan dan “sedikit” merubah panampilan, saya gag mau. Saya diam aja, dalam hati saya tetap teguh dalam janji saya dan pendirian saya. This is me, the real me! Saya gag mau terlihat lemah didepan cowok, saya bukan cewek lemah seperti mereka. I am a wonder woman!
Wanita tua peminta-minta
Duduk bersimpuh didepan mesih uang, seorang wanita menengadahkan tangan…
Bergaun lusuh, compang-camping dan kusam!
Raut mukanya menggoreskan betapa kejam hidup ini, tidak adil!
Sesekali Ia sodorkan sebuah amplop kepada orang-orang disekitar mesin uang itu…
Mengharapkan ada yang ikhlas mengisinya dengan selembar uang…
Deras peluh menetes bagai hujan diraut wajah tuanya…
Hanya untuk sesuap nasi untuk hari ini…
Tanyaku dalam hati, dimana suamimu ibu?
Dimana lelaki yang harusnya menafkahimu?
Yang tak seharusnya biarkan kau begini, mengemis kepada orang lain!
Kemana anak-anakmu?
Anak yang seharusnya bebakti kepada orang tuanya?
Yang seharusnya merawatmu serta menjagamu dirumah, memuliakanmu!
Dimana keluargamu?
Apa mereka juga sepertimu, selalu hidup dari belas kasihan orang lain?
Aku bingung!
Apa yang harus aku lakukan, memberimu uang dan membiarkanmu terus begini?
Entahlah!
Kusodorkan selembar uang seribu padamu…
Akupun berlalu dan kau tersenyum pilu…
Saturday, 17 December 2011
Literature is a beautiful work
Sebagai mahasiswa sastra in English Department saya sangat senang sekali, meskipun dosen sastra di kampus saya terkenal killer dan saya juga yakin itu (hehehe peace ma’am, sir…) tapi saya senang aja berada disini. Yah, meskipun saya tidak terlalu mahir dalam bersastra ria apalagi sastra asing yang banyak datang dari daratan Eropa yang asing buat saya. Disinilah tempat untuk belajar lebiih banyak tentang karya-karya sastra Eropa tersebut, disinilah tempat kita mencari tahu tentang sastrawan-sastrawan terkenal dalam dunia sastra. Datang dengan sedikit pengetahuan tentang sastra dan berlalu dengan banyak ilmu tentang sastra, menganalisa sampai mengkritik karya sastra. Ouw, itu masih jauh sekali untuk mampu saya lakukan. Yah, belajar dulu deh. Nanti baru jadi sastrawati handal, cieeeeeeeeeeee….
Sastra selalu jodoh dari kata “Lebhay” atau “Alay”, hahaha but that is literature! And that is natural from our mind and our soul, exactly! Tapi tingkat kelebaian orang itu beda-beda, ada yang normal tapi ada juga yang terkesan “nggilani”. Dalam sastra inilah kita belajar untuk menempatkan “kelebaian” kita dalam porsi yang sesungguhnya, dalam takaran yang pas. Yang namanya sastra adalah bicara tentang budaya, budaya yang ada dalam lingkungan social kita. Bagaimana fungsi karya sastra dalam masyarakat dan bagaimana karya satra meningkatkan moral masyarakat.
Literature is beautiful, sastra akan mampu membuat kita mengenali seperti apa diri kita sebenarnya. Dengan sastra kita mampu mengungkapkan apa yang kita rasakan dengan bahasa-bahasa yang indah, bermain kata dan seni. Kombinasi yang sangat sempurna. Let’s come in my class, join with literary class. J
Friday, 16 December 2011
Berapa uang saku anda? Cukup? Ato kurang?
Saya sangat bersyukur karena sejak saya kecil orang tua saya tidak pernah memanjakan saya dengan uang, mungkin sejak kecil saya memang nakal. Apa yang saya kehendaki harus dituruti, tapi saya masih cukup bisa berfikir dengan otak yang Tuhan anugerahkan pada saya. Saya masih berfikir berkali-kali jika ingin minta uang untuk beli sesuatu jika itu dirasa tidak begitu penting, jika kepepet dan saya benar-benar menginginkan barang tersebut saya bisa menabung untuk mendapatkannya. Meskipun saya harus menunggu dengan sabar hingga uang saya cukup untuk membelinya, tapi itu akan memberikan sensasi yang berbeda.
Contoh kecil, tas ransel saya. Tas itu saya beli saat saya kelas satu SMA dengan uang yang saya kumpulan setiap harinya yang saya potong sendiri dari uang saku saya, dan tas itu masih saya pakai sampai sekarang saya kuliah semester 5. Haha saya sudah memarahi saya untuk tidak memakainya lagi dan membelikannya dengan yang baru, tapi saya sudah terlanjur sayang sama tas itu. Kemanapun saya pergi pasti dia saya bawa, sampai semua teman-teman saya hafal dan menyebut saya kura-kura karena selalu membawa tas ransel butut itu.
Andai kata, ini saya hanya mengumpamakan saja. Andai saya orang tua saya punya bank pribadi dimana-mana, setiap bulannya mampu member saya uang dengan jumlah yang tidak bisa saya bayangkan pasti saya sangat bingung mau saya apakan uang itu. Yah, sejutalah minimal. Dengan uang saku sejuta untuk satu bulan mungkin tidak hanya Bali-Lombok-Pulau Komodo dan Indonesia saja yang bisa saya kunjungi dengan cara menabung dari sisa satu juta dalam sebulan, mungkin saya hanya akan memakainya 50% dalam sebulan tersebut. Itupun sudah lebih dari cukup dan masih sisa lebih dari 50%nya. London sama Jepang mungkin gag cuma sekedar harapan hampa, mungkin dengan beberapa tahun kedepan uang saya sudah cukup untuk membeli tiket kesana. Tapi apa boleh buat sodara, seminggu “jatah” saya “hanya” 100 ribu rupiah dan saya rasa itu sudah cukup. Yah, mungkin sekali dua kali saya kurang karena ada biaya tambahan untuk tugas-tugas kuliah. Tapi itu tak pernah lebih dari 150 ribu. Meski kadang sempat iri dengan teman-teman yang duitnya banyak, saya tetap gag tega kalo harus meminta sama orang tua saya. Cari duit itu gag segampang kita menghambur-hamburkannya aja, untuk mendapatkan 500ribu mungkin butuh kerja keras tiap hari. Banting tulang dari pagi sampai malam, tapi untuk menghabiskan itu hanya cukup dengan hitungan menit saja, tragis memang.
Saya heran jika ada seorang yang masih aja merasa kurang dengan segala kelebihannya, membeli barang dengan harga mahal padahal kualitas pasar. Memang orang akan selalu bertanya berapa harganya? Pasang aja itu bandrol biar semua tahu kalo itu barang mahal. Haha saya bukannya gag pernah membelikan saya barang bermerek tapi beliau selalu menghimbau untuk membeli barang yang biasa saja, lebih baik murah tapi kita punya banyak dari pada mahal tapi cuma satu. Hidup sederhana dan sangat pas-pasan waktu kecil mengajari beliau untuk mengajarkan pada anak-anaknya hidup sederhana, hemat bukan berarti pelit. Hemat dan pelit itu beda. Hemat, meski dalam masa mengumpulkan uang demi bisa keluar pulau jawa saya paling gag bisa pelit apalagi sama teman saya. Dengan berbagi dan mensyukuri kita tidak akan pernah merasa kekurangan, Allah senantiasa akan selalu mencukupi segala kebutuhan kita.
Kalo dibilang boros mungkin saya memang sangat boros, tapi Alhamdulillah saya gag doyan shopping. Saya paling anti sama yang namanya shopping, karena itu aktivitas yang sangat membosankan jika dilakukan dengan durasi waktu yang sangat lama dan juga sangat waste our precious time. Kalo seumpama haha gag beliin baju, saya mungkin gag bakal punya baju, hahahaha. Kalopun sedang pengen baju baru saya bisa bilang sama haha ato haha yang kadang nawarin, tapi itu malah sering bikin saya was-was. Duit saya malah sering habis di makanan, lebih baik saya jajan makanan dari pada jajan gombal. Ck ck ck.
Dilema saya muncul kalo ada teman yang minta anter buat belanja, belanja apa dulu? Kalo makanan ayo, tapi kalo pakaian…hmmm, piker-pikir dulu deh! Lama gag? Kalo masih pake’ towaf di MAL saya malas sekali, saya capek. Tapi kadang juga pengen gitu, tapi rasa bosan saat disana gag bisa ilang. Berfikir untuk ikut beli sesuatu? Tergantung apa yang ada dan apa yang menarik buat saya. Saya lebih suka windows shopping dipakaian cowok dari pada cewek yang saya rasa sangat membosankan bahkan hanya sekedar diliat aja, ato saya tertarik liat-liat sepatu kets sama basket yang harganya gag bisa saya jangkau dan bikin saya males mikir untuk membelinya. Enak sama haha ikh beli-beli ginian, gag perlu keluar duit sendiri dan gag perlu dilemma gini. Kalo haha sudah bersabda maka jadilah apa yang saya dapat, tanpa bisa membantah lagi. Biar kata saya bandel gini tapi paling takut dan paling nurut sama haha saya, tapi bukan berarti saya gag pernah membantahnya. Kalo memang saya gag mau, ya gag! Sebagai seorang perempuan haha lumayan doyan belanja, beliin anaknya atopun buat dirinya sendiri, mungkin beliau jauh lebih modis dari pada saya yang selau cuek dengan pakain yang saya pakai. Tapi ya masih dalam batas normal orang belanja, gag sampai borong-borong barang gitu. Saya gag habis piker sama mereka yang hampir tiap hari shopping, apa aja sih yang dibeli itu. Gag capek? Gag bosen? Saya aja kalo tahu capek sendiri, hahaha. Saya suka jalan-jalan ke MAL tapi gag buat belanja, kecuali makanan. Nonton ok, cuma jalan-jalan juga ok!
And then, himbauan aja buat kalian yang shopaholic. Inget guys, orang tua kalian susah payah cari duit buat kalian bukan buat kalian hambur-hamburin. Mereka menaruh harapan besar dari kalian, mungkin mereka berfikir jika dengan memberikan uang lebih kalian bisa membeli kebutuhan kuliah tambahan yang mendadak. Tapi sebagai anak saya juga paham gimana rasanya punyaduit banyak, ini tangan gatel sama mata ini gag bisa diem kalo liat duit cuma ngumpet aja di dompet. Maunya pengen beli ini beli itu, tapi paling gag kalian bisa mikir dululah sebelum membeli sesuatu itu, Pertimbangan harga juga sangat penting. Buat apa beli baju, sepatu, tas dan apa aja dengan harga ratusan ribu jika itu juga sama aja fungsinya dengan barang seperti itu yang jauh lebih murah. Toh, barang-barang itu gag bakal dibawa ke akhirat. Masih mau shopping disono?
Sempatkan untuk berfikir dan menempatkan posisi kita pada posisi orang tua kita yang susah payah cari duit, ngumpulin sen demi sen hingga menjadi jutan rupiah hanya untuk bisa membahagiakan kita sebagai anaknya. Mereka gag pernah tega bilang gag kalo kita minta duit buat beli ini itu, bagaimanapun keadaannya pasti mereka bakal ngasih. Seharusnya dari situlah kita bisa merasakan betapa sayang dan cintanya mereka kepada kita, sampai tidak peduli apa besok masihada sisa uang buat beli beras? Semoga kita semua segera sadar tentang semua ini, kawan… :)
Monday, 12 December 2011
Senandung dari Surga
Kurindukan masa dimana aku sangat rapuh...
Terdekap hangat dalam belaianmu...
Merengek haus akan air susumu...
Terlelap dalam pangkuanmu..
Kucumbui waktu bersama kasihmu…
Kutapaki zaman bersama semangatmu…
Kau torehkan senyum agar aku tegar…
Kau bisikkan harap agar aku terus berjuang…
“Anakku, dunia ini menanti hasil karyamu…
Belajarlah setinggi mungkin sampai kau gapai cita-citamu…
Ibu disini akan selalu mendo’akanmu…
Tiada habis malam dalam setiap do’a ibu…”
Senandungmu bagai nyayian surga yang ku damba…
Disana akan aku tempatkan kita…
Dirumah-Nya kan ku jadikan istana kita…
Bersama mu bunda, dan ayah tercinta…
Subscribe to:
Posts (Atom)


