Sebagai seorang mahasiswa saya sangat paham dengan apa yang dimaksud dengan dilema para mahasiswa, dilema saat deadline tugas terasa mencekik urat syaraf. Menekan otak sampai mau pecah rasanya, merontokkan tulang belulang hinga lumpuh terasa. Tapi sebagai seorang mahasiswa seharusnya kita sadar akan semua konsekuensi itu, menjalani semua tugas dengan ikhlas tanpa mengeluh karena banyaknya tugas yang dibebankan oleh dosen-dosen tercinta kita. Tak terpungkiri tugas juga mempengaruhi pola makan serta pola pikir kita, tanpa saya sadari pola makan saya selama satu minggu sangat tidak teratur. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena uang saku saya sisa lumayan banyak dalam minggu itu, berarti itu menandakan bahwa saya hanya mengkonsumsi junk food dan junk food. Sehat? Tentu saja tidak! Dan tentunya tugas-tugas tersebut membuat saya over dosis obat penurun panas, setiap malam saya harus mengkonsumsi itu hanya sekedar untuk meringankan beban yang memdidihkan otak saya.
Kadang saya ingin para dosen saya itu dapat memahami apa yang kita rasakan, da kadang saya heran. Sebelum jadi dosen juga pernah kan merasakan adi mahasiswa? Heran deh, ini sebagai ajang balas dendam apa ya...? ck ck ck. Dosen-dosen yang terhormat, tolong dong jangan siksa kami para mahasiswa dengan tugas yang maha kejam. Masalah deadline juga harus dipikirkan, tugas banyak tapi deadline cuma sebentar...
Cape deeeeee... >.<
No comments:
Post a Comment