Followers

Wednesday, 16 May 2012

No guy, No cry!

“Life is an adventure” selalu tertanam dalam diri saya, meskipun kata galau seakan enggan pergi dari kehidupan saya tapi saya tetap menganggap hidup ini penuh petualangan yang sangat tidak mudah untuk ditaklukkan dan saya harus survive untuk itu. Tidak beda dengan nasib seorang pejuang cinta yang masih berkelana untuk mencari cinta sejatinya kemanapun Ia melangkahkan kakinya dan selama nafas masih berhembus dengan segar bagai udara pegunungan yang tiada pernah tercemar polusi pabrik-pabrik limbah di kota, mereka akan terus melangkah demi satu orang yang tepat. Meski harus bersujud tersungkur terbalik dalam dunia asmara yang ternyata tidak pernah seindah yang saya bayangkan saya tetap mampu berdiri tegar seperti saat ini, meski pada kenyataannya saya tidak pernah setegar kelihatannya. Saya berfikir kenapa saya harus mengenal yang namaya cinta, waktu masih menyandang status pelajar saya dilarang keras untuk pacaran dan setelah menjadi seorang mahasiswa saya baru berani pacaran dan mencoba memasuki dunia baru yang selalu di agung-agungkan oleh banyak orang. Dunia yang selalu dibilang indah dan mampu melayangkan imajinasi siapapun yang memasukinya. Ya, dunia asmara. Saya penasaran dengan apa yang orang bilang, saya mencoba melangkahkan kaki kecil saya untuk memasuki dunia tersebut dengan sedikit keragu-raguan . Jantung terasa terpacu begitu cepatnya saat itu, oxygen tidak mampu terkirim dengan baik dari jantung. Bodoh! Iya, saya menjadi bodoh seketika. Satu kata pertama untuk kesan pertama saya waktu itu, dunia ini membodohkan. Terhanyut dalam dunia baru yang mematikan otak ternyata cukup menyiksa saya, logika tidak mampu lagi bekerja. Sampai saat itu, tupai saja tidak akan terjerumus kedalam lobang yang sama 2X tapi saya malah terjerumus kedalam dunia ini 3X dan itu sama semua. Membodohkan! Benar-benar membodohkan! Pada hakikatnya ini lanjutan dari kisah saya ditahun kedua, ada harapan disini waktu itu, capek sobat saya ini rasanya. Saya berharap ini merupakan yang terakhir dalam perjalanan saya di dunia ini, dunia yang membodohkan ini. Semua terasa begitu indah, saya merasa he was so perfect for me. He knows me so wel- lah intinya. Dia tahu saya suka coklat dan dia tahu saya suka dengan apa yang cowok suka, saya berfikir dialah orang yang mampu menerima saya apa adanya dengan segala kebodohan serta kekonyolan saya ini. Tapi ternyata memang tidak semudah itu, saya masih terlalu labil dengan segala ego yang saya punya. Bulan pertama bejalan begitu lancar dan sangat sempurna, saya bahagia. Saya merasa berarti, merasa beruntung dan ternyata akhirnya sama-sama buntung! Masalah datang pada bulan kedua kita, cuek mulai saya rasakan dari dia dan tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa kabar dan saya paling tidak suka itu. Saya paling tidak suka dan tidak bisa jika merasa tidak dianggap seperti itu, bukan berarti saya selalu ingin dimengerti tapi saya mau dianggap sebagai seorang yang disebut “Pacar atau kekasih”. Tidak perlu selalu ada disetiap hari-hari saya dan tidak perlu untuk selalu ada didekat saya tapi paling tidak perhatikan saya dengan mengirim pesan singkat jika tidak ada waktu untuk ketemu atau hanya telepon, saya pasti mengerti kalo memang benar-benar sibuk tapi jangan anggurin saya. Hanya itu yang saya minta. Dan dia juga lama-lama menjengkelkan, entah memang sengaja atau tidak melakukan hal yang tidak saya suka didepan saya seolah tidak menghargai saya yang ada disitu. Geram, tapi saya sayang. Hal ini yang selalu saya bilang membodohkan, sampai saat ini masih tetap membodohkan. Kesalahan yang saya rasa sangat fatal dan tidak termaafkan waktu itu dan memaksa saya untuk kembali mengambil keputusan tanpa pikir panjang lagi, entah kenapa saya bisa benar-benar marah saat itu sampai saya gag mau liat dia lagi bahkan mendengar namanya saja saya emoh! Saya bukan pendendam tapi sekalinya sakit hati ya begini (sama aja bego’!) tapi saya mudah memaafkan kok, suer! Allah saja maha pemaaf masak saya yang cuma hamba-Nya gag mau memaafkan, uhuy! Tiga kali sudah saja gagal dengan cara yang sama dan dengan kisah yang sama pula, apa ini kutukan? Atau adzab? Entahlaaahh, only God knows! Tapi tenang kawan, perjuangan belum berakhir dan life must go on! Selama saya masih punya banyak sahabat saya masih bisa bernafas lega dan masih bisa tertawa lepas, huahahahaha… Luv iu, guys! Mungkin saya tahu hal yang membuat saya tidak pernah sukses dalam hal asmara seperti ini, mungkin sifat kekanak-kanakan saya dan sifat egois saya tapi kadang saya tidak sadar akan hal itu dan harusnya mereka mau menerima saya apa adanya kalo benar-benar sayang sama saya karena saya sayang mereka apa adanya kok, beneran deh. Tapi ya mungkin memang bukan jodoh saya saja jadi saya tidak mau memaksakan dari pada nanti jadinya ndak enak toh, yang saya tahu tulang rusuk gag akan pernah tertukar sama pemiliknya. Semua sudah diatur sama yang Kuasa sejak dahulu kala, jodoh kita sudah disiapkan dan sudah pasti ada. Cumaa, tinggal bagaimana nanti cara kita bertemu dengan dia di saat yang tepat dan diwaktu yang indah tentunya. Sudahlah, semua bakal indah pada waktunya nanti. Amiiieeenn, ya Rabb!!!

No comments:

Post a Comment